Sejumlah Pejabat Kanwil Depkumham Diganti

Rabu, 22 Oktober 2008

Tuesday, 21 October 2008
PALEMBANG(SINDO) – Sejumlah pejabat di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Depkumham) Sumatera Selatan (Sumsel) kemarin mengalami pergantian.

Pejabat Kanwil Depkumham Sumsel yang mengalami pergantian, yakni Gde Achjar, sebelumnya menjabat Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Lubuk Pakam Medan, menjadi Kepala Rutan Kelas I A Palembang.

Mardan Andok,sebelumnya Kepala Subseksi Administrasi Rumah Benda Sitaan Negara (Rubasan) Palembang, menjadi Kepala Rubasan Baturaja. Lalu,Tejo, sebelumnya Kepala Seksi (kasi) Lembaga Pemasyarakatan (LP) Narkotika Jakarta, menjadi Kepala Rutan Kelas II B Prabumulih.

Selain itu,Heru Supriowinadi,sebelumnya Kepala Seksi Bimbingan Anak dan Pendidikan (Binadik) LP Bengkulu, menjadi Kepala Rutan Kelas I Palembang.Yurdani, sebelumnya Kepala Subbidang Kesatuan Keamanan LP Kelas II B Lamongan Jawa Timur,menjadi Kepala Subbidang Keamanan dan Ketertiban Kanwil Depkumham Sumsel.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Depkumham Sumsel Chairuddin Idrus menegaskan, kesadaran hukum masyarakat sekarang sudah baik.Jadi, sebagai pemimpin,para pejabat tersebut harus memahami tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) pada masing-masing unit kerja.

“Koordinasikan setiap unit kerja dan instansi terkait lainnya sehingga tercipta aparat yang bermoral dan mengerti tupoksi masing-masing,” tandasnya saat menyampaikan kata sambutan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pegawai negeri sipil (PNS) dalam jabatan struktural eselon III dan IV serta pisah-sambut Kepala Divisi Keimigrasian di Kanwil Depkumham Sumsel kemarin.

Sementara itu,Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Kanwil Depkumham Sumsel Zakariah mengatakan, pergantian posisi jabatan merupakan hal biasa dalam sebuah organisasi. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan pembinaan di jajaran Depkumham Sumsel. (hengky chandra agoes)


http://209.85.175.104/search?q=cache:ncSioKS-ezIJ:www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/179858/+rutan+prabumulih&hl=en&ct=clnk&cd=20

Read More...

90% Penghuni Rutan Kota Prabumulih Tak Bisa Baca Alquran

Rabu, 10 September 2008

Ditulis oleh infokito™ di/pada 27 April 2008

Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kota Prabumulih Sugeng melalui Kepala Sub Pelayanan Tahanan Idris YS SH mengatakan, sebanyak 90% dari 340 penghuni rutan tidak bisa membaca Alquran, padahal mayoritas penduduk rutan beragama Islam.

”Jadi, hanya sekitar 10% yang bisa membaca Alquran. Tetapi, kita tetap berupaya melakukan pembinaan, baik moral maupun keahliannya. Diharapkan saat bebas nanti, mereka bisa sadar dan dapat berusaha menjadi lebih baik lagi,” ujarnya Sabtu kemarin.

Menurut dia, untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya secara rutin melakukan pembinaan dan pembelajaran mengenai agama kepada para penghuni rutan, di antaranya mewajibkan salat Jumat secara berjamaah serta menggelar pesantren kilat. ”Hal ini untuk memberikan penyegaran rohani dan pencerahan hati bagi mereka,” jelasnya.

Sugeng mengatakan, pihaknya juga memberdayakan warga binaan yang memang paham dan mengerti masalah agama. Dia berharap, warga rutan dapat meningkatkan keimanan dan menyadari segala kesalahan yang telah dilakukan.

”Saat mereka (penghuni rutan) kembali ke masyarakat nanti, mereka dapat diterima dengan baik,”tukasnya. Kandepag Prabumulih Musthafa Anwar mengimbau para penghuni rutan untuk introspeksi diri selama menjalani masa hukuman. ”Kita tetap membantu dalam membina mereka agar dapat menyadari segala perbuatan yang selama ini dilakukan,” ujarnya kemarin. (sutami ismail/SINDO)

http://infokito.wordpress.com/2008/04/27/90-penghuni-rutan-kota-prabumulih-tak-bisa-baca-alquran/


Read More...

Pengikut Blog RUTAN PRABUMULIH